Masirny Telur Asin Herbal Ala Ambar, Bikin Luar Negeri Kepincut

Senin, 23 September 2019
Agro Profil
Sinta TV
 
Kios Sinta
HOME Agri Profil
Masirnya Telur Asin Herbal ala Ambar, Bikin Luar Negeri Kepincut
29 Jun 2019, 06:23 WIB
Reporter : Echa

Ibu Ambar (jilbab kuning) dengan produk telur asin herbal 
   
Telur asin herbal Ambar memang memiliki rasa udang karena oleh peternak bebeknya diberi pakan kepala udang, sehingga warna telurnya bukan kuning melainkan oranye.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ----  Berkat kejeliannya membaca kemauan pasar, telur asin produksinya yang sebelumnya tak laku, kini laris manis. Ambar sukses membuat telur asin herbal yang rendah kolesterol. Puluhan ribu butir terlurnya per bulan habis diserap pasar. 
Sebelum membuat telur asin pada tahun 2000 Ambar dan teman-temannya di Kelompok Candi P. Jaya yang berjumlah 20 orang berbisnis ternak telur puyuh dengan bantuan dari Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Utara sebanyak 2 ribu ekor.
Namun sayangnya, di tahun 2004, burung-burung puyuh itu mati semua karena terkena flu burung. Setelah setengah tahun disterilkan, mereka pun mulai beternak lagi. Tapi, pertengahan 2005, lagi-lagi burung-burung puyuh itu mati karena kasus yang sama. 
Setelah itu, mereka terpaksa menutup peternakan burung puyuh dan beralih berjualan telur asin. Awalnya, hanya membuat 50 butir ditawarkan ke tetangga sekitar dan tidak laku. Karena saat itu di pasar memang sudah banyak orang yang berjualan telur asin dan banyak yang menghindar konsumsi lantaran darah tinggi serta kolesterol.
Keluhan orang-orang yang menolak produk telur asinnya karena penyakit mereka, justru memunculkan ide bisnis.
Ambar berpikir, kenapa ia tidak mencoba membuat telur asin herbal? Akhirnya, setelah dipertimbangkan masak-masak, ia pun mulai mencoba membuatnya, masih dibantu dengan anggota Kelompok Candi P. jaya yang tersisa.
Ternyata telur asin bisa dibuat herbal. Lalu ia diajari bagaimana cara membuat ramuan herbalnya. Dengan modal awal Rp 2 juta, setelah mencoba berkali-kali, akhirnya usaha itu berhasil. Telur asin herbal yang diberi merek sesuai namanya, “Ambar” ini lalu diuji di laboratorium. 
Dari hasil laboratorium itu, tecatat telur asih herbal buatan Ambar memiliki kadar lemak 5,24 gram, kolesterol 4 mg, omega 3 214,23 mg, dan B-Karoten 380 mg.
Saat coba ia tawarkan telur asin herbal itu dalam sebuah pameran, ternyata sangat laku pesat sampai membuatnya kewalahan. Banyak pengunjung yang penasaran lalu membeli, termasuk yang sebelumnya tidak boleh makan telur karena kolesterolnya tinggi.
Makin lama, telur asin herbal Ambar makin banyak pembelinya. Bahan telur bebeknya sendiri sampai sekarang Ambar dapatkan dari teman yang beternak bebek di Jakarta. 
Telur asin herbal Ambar memang memiliki rasa udang karena oleh peternak bebeknya diberi pakan kepala udang, sehingga warna telurnya bukan kuning melainkan oranye.
Meskipun ada juga pemasok dari Indramayu, tapi warnanya tidak secerah telur bebek dari Jakarta. Di Jakarta sendiri memang banyak pabrik pengolahan udang.
Nah, limbah kepala udang dari pabrik itulah yang dijadikan pakan bebek dengan porsi 50 persen. Sisanya berupa dedak, roti, dan sayuran.
Ambar mendapatkan ilmu soal kepala udang yang dijadikan sebagai pakan ternak ini pada tahun 2007 dari salah satu anggota tani DKI Jakarta, yang pernah mendapat pelatihan di Jepang.
Lalu ia dan teman yang menjadi pemasok telur mencoba memberi kepala udang ke bebek-bebek ternak itu. Ternyata telurnya memang berubah warna menjadi oranye, serta mengandung beta karoten dan protein yang tinggi. Rasanya pun lebih enak dan gurih.
Kini produksi telur asinnya dalam sehari sudah mencapai 1000-1500 butir, dengan harga Rp 5000 per butir. Ambar pun juga sudah mematenkan hak cipta telur asin herbal ini agar merek ini tetap jadi miliknya.
Tahun 2007-2009, Ambar mendapat outlet untuk memajang produknya di Gedung UKM di Jalan Waduk Melati, Tanah Abang.
Dirinya bahkan sempat ditawari supermarket besar untuk memasok. Namun dirinya merasa kesulitan modal. Karenanya, uang pensiun suaminya, Subarkah, ia pinjam Rp 30 juta sebagai modal awal.
Tahun 2009, nilai kontrak dengan supermarket itu Rp 120 juta untuk setahun, yang ia dapatkan dari pinjaman bank. Tapi makin lama, ia makin kewalahan melayani permintaan pasokan ke supermarket. Apalagi saat ini, cabang supermarket yang minta dipasok itu sampai 50 toko, yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten.
Pada 2010, nilai kontrak yang didapatkan Ambar naik menjadi Rp 700 juta dan pada 2011 naik lagi menjadi Rp 800 juta. Namun saat ini Ambar hanya mengirim ke cabang yang omzetnya besar saja. Karena ia masih terkendala transportasi. Lokasi supermarket itu satu sama lain saling berjuahan dan semuanya harus diantar langsung ke setiap toko, tidak bisa ditaruh di satu titik saja.
Selain memasok ke supermarket, Ambar juga memasarkan telur asin herbalnya kepada teman-temannya yang kemudian menjualnya lagi, ke pameran, dan sekarang ia juga sudah ada outlet di Gedung SMESCO di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.
Ada juga supermarket lain yang minta pasokan telur asin herbalnya. Dari pameran-pameran yang sering ia ikuti, Ambar berhasil mendapatkan pembeli dari Korea dan Brunei paa 2011.
Lalu ada pula buyer dari Yaman, Bahrain, Malaysia, dan Singapura sejak 2012. Untuk pesanan ke luar negeri, sebelum dikirim ke sana telur asin yang sudah matang itu harus dioven terlebih dahulu agar lebih awet. 
Sedangkan untuk pengiriman ke negara-negara di Timur Tengah, harus ditambahkan lagi dengan sinar gama dan dikemas secara vakum per butirnya, sehingga telur bisa tahan sampai satu bulan.
Dulu, Ambar bisa mengirim telur asin ke Timur Tengah sampai satu kontainer. Tapi cara itu sudah ia hentikan karena tidak ada keuntungan. Membayar sinar gama memang sangat mahal.
Biasanya, jauh-jauh hari sebelum pameran, ia sudah umumkan tanggalnya di internet. Hingga pada saat pameran, pembeli yang berasal dari luar negeri bisa datang dan mengambil sendiri telur yang sudah dipesan. Pelanggan dari Timur Tengah biaanya memesan sampai 3 ribu butir.
Dari usahanya ini, Ambar pun sudah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan. Antara lain penghargaan UKM berprestasi dan juara penyuluhan pertanian pedesaan swadaya tingkat nasional.
Dirinya memang sering diminta menyuluh secara swadaya ke berbagai kota, termasuk Lampung, Karawang, Jabodetabek, sampai Jawa Timur.
Rencana ke depan, Ambar masih ingin melebarkan sayap kegiatannya ke daerah-daerah lain. Namun sayangnya, ketiga anaknya masih keberatan karena tidak ingin melihat ibunya terlalu capek.

Reporter : Echa
Redaktur : Gesha
Petani Muda
Petani

Ambar Jaya, 23-09-2019

Levitra Ohne Rezept Schweiz Apponepync cialis pills Engel
osteofe,12-12-2020



Sistem Informasi P4S, 23-09-2019 //