Kepala BPPSDMP Kementan : Jadilah Petandang

Swadayaonline.com - Bicara pertanian harus sampai hilir, jangan hanya sampai produksinya saja. Artinya pertanian itu harus diolah, digiling menjadi beras, dikemas, sampai dijadikan nasi untuk dijual. Jadilah petani dan pedagang "Petandang", sehingga ada nilai tambah dan keuntungan yang lebih besar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, saat melakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Al-Muklis, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (8/3/2021).

Dedi Nusyamsi menambahkan, bahwa disetiap tahapan olahan, pasti ada nilai. "Kangkung satu kalau dijual hanya Rp. 2000, tapi kalau dijadikan olahan makanan, keuntungannya lebih banyak lagi. Padi kalau dijual gabah hanya Rp. 3.650/kg, tapi kalau sudah dijual menjadi beras dan dikemas harganya lebih tinggi lagi, bahkan bila sudah jadi olahan nasi Rp. 64.000/kg. Pertanian itu prospeknya sangat luar biasa bila sudah jadi olahan, jadi harus ada prosesnya", tambahnya

Dirinya menambahkan, bahwa saat ini petani harus lakukan transpormasi dengan berkorporasi menjadi poktan atau gapoktan. Sebelum melakukan penanaman, harus mencari modal yaitu bisa melalui KUR. Setelah modal didapat, lalu ke on farm yaitu mengolah tanah dengan menggunakan alat dna mesin pertanian. Pengendalian hama penyakit terpadu dengan memakai pakai drone. Setelah panen, jangan labgsung dijual, tapi digiling dahulu menjadi beras dan olahan. "Semakin hilir, keuntungannya lebih besar", ujarnya.

Sementara itu, Ketua P4S Al-Mukhlis, H. Ahmad Nono S yang juga ketua KTNA Bandung mengatakan, perlu sinergitas antara P4S, petani, dan Kementerian untuk memajukan pertanian. Menurutnya, rumus petani Sunda itu dengan mendegat, melihat,.dan merasakan. Setelah petani merasakan manfaatnya, maka perlu bimbingan dan pasti mereka akan mencoba untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dan mengaplikasikan sampai hulunya.

Nono mencertakan, banyak petani yang melakukan magang di P4S Al-Mukhlis, bahkan dari luat daerah. "Mereka disini belajar pengembangan padi, unggas, sayur, dan pupuk. Namun kita juga fokuskan sampai produk olahannya, sehingga ada nilai tambah. Harapan kita, setelah magang mereka bisa mengaplikasikan di daerahnya masing-masing.", ujarnya. SY

Pusat Pelatihan Pertanian, 25-03-2021


,



Sistem Informasi P4S, 23-09-2019 //